Upaya Menggelorakan Literasi di Kalangan Dokter Hewan

Related Articles

Drh. Iwan Berri Prima, M.M

Menggelorakan literasi, sejatinya bukan menjadi tanggungjawab profesi yang bersinggungan dengan dunia pendidikan saja. Tapi, lebih dari itu, semua profesi, termasuk profesi dokter hewan juga memiliki tanggung jawab yang sama. Literasi harus digelorakan.

Literasi merupakan istilah umum yang merujuk kepada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Literasi menjadi budaya yang harus digalakkan guna menuju tatanan kehidupan masyarakat yang lebih baik.

Hal ini mengingat, di tengah tingginya arus informasi dan komunikasi seperti saat ini, potensi disinformasi atau berita yang tidak benar (hoaks) menyebar sangat mudah terjadi.

Akibatnya, jangan heran jika banyak masyarakat kita yang salah memahami atas beragam informasi yang ada. Padahal, bisa jadi, informasi yang sebenarnya tidak seperti itu.

Saya selalu pejabat otoritas veteriner di salahsatu pemerintahan daerah di Provinsi Kepri pernah menghadapinya. Saat itu ada informasi keliru yang viral di medsos, yakni adanya kematian pada ayam di daerah tempat saya bertugas. Bahkan disebutkan jangan makan ayam potong karena ayam di kandang-kandang sedang terkena penyakit mematikan.

Jujur saja, saya selaku penanggung jawab kesehatan hewan di daerah saat itu agak terkejut. Apalagi, saya mendapat infonya justru dari pesan berantai di group WA.

Karena faktanya, sejauh ini tidak ada laporan dari peternak maupun dari pelaku usaha perunggasan terkait kematian ayam tersebut. Bahkan, hasil monitoring dan surveilans dari Balai Veteriner Bukittinggi, kondisi penyakit ayam di tempat kami bertugas tidak menunjukkan kondisi yang membahayakan.

Selanjutnya, dampak akibat berita hoaks ternyata sangat besar, keesokan harinya, di pasar harga ayam langsung turun bebas. Masyarakat enggan membeli ayam. Artinya, saat itu hoaks telah nyata membuat masyarakat terpedaya; takut makan ayam.

Akan tetapi, seandainya masyarakat kita sudah literat, kemungkinan besar kejadian seperti itu tidak akan mudah menyebar (viral). Masyarakat akan lebih selektif dalam mempercayai sebuah berita.

Dalam konteks kematian ayam, seharusnya otoritas yang dapat dipercaya sebagai rujukan adalah otoritas veteriner (kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner).

Akhirnya, kami bersama satgas pangan yang di komandoi oleh kapolres melakukan beragam upaya untuk menelusuri kebenaran yang ada dan meluruskan berita. Bersyukur, tidak butuh waktu lama, masyarakat akhirnya percaya.

Kalau sudah begitu, sejatinya masyarakat sendiri yang rugi. Oleh karena itu, Berawal dari pengalaman ini, saya berupaya untuk menggelorakan literasi. Khususnya di lingkup teman sejawat dokter hewan. Terlebih, dokter hewan merupakan salahsatu profesi penting yang harus literat. Jika dokter hewan salah menyampaikan, maka akan berdampak masif dan sistemik, dapat membahayakan keutuhan dalam bermasyarakat. Ini tidak boleh terjadi.

*drh. IWAN BERRI PRIMA. M.M

Penulis adalah Pejabat Otoritas Veteriner dan Dokter Hewan Berwenang. Dalam karirnya, sudah menerbitkan sebanyak 16 judul buku.

More on this topic

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular stories